Awal bulan ini, Volvo membatalkan proyeksi volume penjualan dan arus kas untuk setahun penuh, dengan alasan kondisi pasar yang semakin menantang dan prospek jangka pendek yang memburuk.

Adapun laba kotor Volvo tercatat sebesar 14,7 persen pada kuartal III, dibandingkan dengan 20,4 persen pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut turut menjadi tolak ukur bagi investor untuk mengukur dampak tarif dan pemberian diskon.

Sementara itu, harga saham grup juga membukukan rekor terendah pekan ini diikuti penurunan 54 persen sepanjang tahun ini. Hal itu terjadi imbas kondisi perusahaan yang terbebani tarif, permintaan kendaraan listrik (EV) yang lesu, serta tingginya biaya pengembangan.