NADIKABAR.COM — Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wabup Trihandy Cahyo Saputro menyalurkan BLT (bantuan langsung tunai) untuk 4.095 pekerja industri rokok. Penyerahan simbolis dilakukan di alun-alun pada Minggu (6/9/2026).

Sejak pagi, 4.095 pekerja dari 27 perusahaan rokok tersebut mengantre untuk menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) yang diserahkan langsung oleh Bupati Nganjuk, Kang Marhaen, bersama Wabup Mas Handy.

Penyerahan BLT DBHCHT ini digelar dalam format apel akbar.

"Penyaluran bantuan senilai total Rp 3,68 miliar ini menjadi bentuk nyata apresiasi daerah atas kontribusi para buruh dan pekerja operasional pabrik terhadap pajak pembangunan," ungkap Kang Marhaen.

Kang Marhaen merinci bahwa setiap penerima manfaat mengantongi uang tunai Rp 900 ribu untuk periode tiga bulan.

Secara transparan, ia juga menjelaskan kepada para buruh terkait penyesuaian nominal dari Rp 1,2 juta pada tahun lalu, yang murni disebabkan menurunnya persentase penerimaan cukai dari pusat untuk Nganjuk, yakni dari Rp 30 miliar menjadi Rp 20 miliar.

Meski demikian, Kang Marhaen memotivasi para pekerja dan menaruh harapan besar agar industri rokok lokal terus menggeliat, sehingga produksi meningkat dan alokasi bantuan di tahun depan dapat kembali naik.

Sementara Wabup Mas Handy menyampaikan, selain pencairan dana bagi ribuan pekerja tembakau, momen apel akbar tersebut ini juga diisi dengan kepedulian terhadap abdi masyarakat.

"Hari ini juga kami serahkan santunan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada 10 ahli waris perangkat desa, ketua RT/RW, dan anggota Linmas," papar Mas Handy.

Nilai santunan yang diserahkan bervariasi, mulai Rp 42 juta untuk Jaminan Kematian biasa, hingga yang tertinggi mencapai Rp 211,2 juta yang mencakup jaminan hari tua dan pensiun.

"Ini menjadi wujud hadirnya jaminan pelindungan sosial bagi para pekerja di Nganjuk," pungkas Mas Handy.