Harga saham BlackBerry melonjak dua kali lipat tahun ini di tengah margin dan profitabilitas yang terus membaik. Perusahaan memosisikan dirinya di area pertumbuhan masa depan seperti robotika dan mobil otonom, yang sering disebut sebagai contoh AI fisik.
Generasi robot terbaru mampu menggabungkan hardware khusus dengan model kecerdasan buatan dan berbagai software lainnya. Di sinilah BlackBerry melihat perangkat lunak QNX-nya memiliki keunggulan, mengingat pengalaman mereka yang luas di sektor otomotif.
Di April, BlackBerry mengumumkan perluasan kemitraan dengan Nvidia untuk mengimplementasikan perangkat lunaknya bersama sistem Nvidia di robotika, teknologi medis, dan aplikasi industri.
"Robotika akan bertransformasi secara masif dan kami sangat antusias menyambut peluang yang ada di depan mata kami," pungkas Giamatteo.