Saat ini, Dinas Pendidikan Surabaya tengah menyinkronkan data Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan Education Management Information System (EMIS) milik Kemenag.

Laila berharap program ini dapat memperluas akses pendidikan yang setara sekaligus meringankan beban keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut juga diharapkan menekan risiko putus sekolah dan membantu santri lebih fokus belajar.

Ia menilai penyaluran BOPDA dapat mendorong ponpes memperbaiki tata kelola dan administrasi agar memenuhi ketentuan penerimaan serta pertanggungjawaban bantuan.

"Lebih dari itu, akan menuntut modernisasi manajemen pesantren. Agar memenuhi syarat kepatuhan hukum penerimaan BOPDA, ponpes didorong untuk melakukan upgrade administrasi," pungkasnya.