NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam merespons penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran yang menimbulkan keluhan santri dan pengasuh. Pencopotan Kapolres Sukoharjo disebut sebagai keseriusan dalam menindaklanjuti keresahan masyarakat.
"Saya mengapresiasi ketegasan Bapak Kapolri dan jajaran yang mendengar keluhan para santri serta pengasuh pesantren, kemudian mengambil langkah konkret. Kesediaan untuk mengevaluasi tindakan anggota dan memastikan pertanggungjawabannya merupakan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat kepada Polri," ujar Rano dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Rano menilai langkah tersebut menandakan bahwa mekanisme pengawasan internal Polri berjalan dan mendapat perhatian langsung dari pimpinan. Ia mendukung pemeriksaan yang objektif dan menyeluruh untuk memperjelas tanggung jawab masing-masing personel sesuai fakta yang ditemukan.
"Kita harus memiliki empati kepada para santri dan keluarga mereka. Pesantren adalah tempat mereka belajar, beribadah, dan tumbuh. Ketika muncul keluhan bahwa mereka merasa takut di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, negara wajib hadir untuk memulihkan rasa aman itu. Pastikan mereka memperoleh pendampingan yang dibutuhkan dan dapat kembali belajar dengan tenang," tegasnya.
Legislator PKB ini mengatakan bahwa kehidupan pesantren memiliki kedekatan yang kuat dengan identitas serta perjuangan partai. Aspirasi santri dan pengasuh pesantren, menurutnya, harus senantiasa mendapat perhatian dalam pelaksanaan tugas negara, termasuk penegakan hukum.