NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Rerie) menegaskan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) tidak boleh berhenti pada kelengkapan administrasi semata. Ia menilai PAUDHI harus menjadi komitmen bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan yang menyeluruh.

"PAUDHI harus memastikan setiap anak menerima layanan yang menyeluruh mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan," kata Rerie dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Menurut Rerie, PAUDHI bukan sekadar pemenuhan indikator maupun kelengkapan administrasi.

"Ini adalah komitmen kita bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan yang utuh," ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD usia 3-6 tahun pada 2025 hanya sebesar 36,19%, naik tipis dari 36,03% pada 2024. Artinya, sekitar 64% anak usia dini di Indonesia masih belum mengikuti layanan PAUD.

Sementara itu, data BPS 2026 mencatat, kelompok usia 0-4 tahun mencapai 22,63 juta jiwa dan usia 5-9 tahun sebanyak 22,14 juta jiwa. Besarnya populasi anak usia dini ini, ujar Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI, menuntut kesiapan layanan yang tidak bisa hanya bersandar pada pemenuhan data administratif.