NADIKABAR.COM — Sebidang tanah dapat menjadi masjid, sekolah, makam, atau lahan yang lama tidak berubah dari fungsi awalnya. Uang yang diwakafkan pun dapat berhenti sebagai angka dalam rekening jika tidak dikelola dengan kemampuan yang memadai.

Di situlah pertanyaan penting tentang masa depan wakaf bermula, bukan semata berapa banyak yang berhasil dihimpun, tetapi seberapa besar manfaat yang lahir darinya.

Indonesia memiliki modal sosial yang besar untuk mengembangkan wakaf. Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencatat akumulasi penghimpunan wakaf nasional telah menembus lebih dari Rp30 triliun pada pertengahan 2026.

Di saat yang sama, Data BWI 2025 menunjukkan ada 435.768 lokasi tanah wakaf dengan luas sekitar 277.203 hektare. Sementara itu, potensi wakaf uang nasional menurut kajian Kementerian Agama dan BWI diperkirakan mencapai Rp180 triliun hingga Rp400 triliun per tahun.

Angka tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan yang luas. Namun, potensi tidak otomatis berubah menjadi kesejahteraan. Wakaf baru benar-benar bernilai ketika asetnya terlindungi, dikelola secara profesional, menghasilkan manfaat, dan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kota Surabaya, Jawa Timur, menghadirkan contoh yang menarik. Kota tersebut memperoleh predikat Kota Wakaf Kolaboratif Terbaik 2026 dalam ajang Impact & Collaboration 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama.

Sejak ditetapkan sebagai salah satu dari 10 Kota Wakaf pada 2025, Surabaya membangun kolaborasi antara Pemerintah Kota, Kementerian Agama, BWI, dan BAZNAS. Hingga September 2026, dana wakaf uang yang dihimpun di kota itu mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

Nilai tersebut penting, tetapi lebih penting lagi adalah bagaimana uang yang terkumpul kemudian dikelola. Program wakaf calon pengantin, wakaf pelajar, serta pelibatan rumah sakit menunjukkan bahwa wakaf sedang dicoba untuk didekatkan dengan berbagai ruang kehidupan masyarakat.

Pemerintah Kota Surabaya sejak awal juga menempatkan wakaf sebagai instrumen yang diharapkan dapat mendukung ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan penguatan kesejahteraan warga.