Timbul pun datang ke kantor kelurahan Lendah dua pekan lalu untuk membuat SKTM sebagai syarat mengajukan keringanan dan beasiswa. Tapi bukan SKTM yang ia terima, melainkan kabar desilnya naik ke desil 9.
"Mau pakai PIP sama mengajukan beasiswa, saya cari SKTM datang ke balai desa, tapi ternyata dicek sama Pak Lurah ternyata desilnya 9," ungkap Timbul.
Kabar itu cukup membuatnya kaget, pasalnya selama ini, Timbul mengaku mengetahui ia masuk ke desil 1 atau 2. Alasannya, lantaran ia tidak pernah absen menerima bantuan.
"(Sebelumnya) Belum tahu (desilnya naik), dulunya desil 1, paling tinggi 2, kayanya lho, soalnya saya ndak pernah lihat, tapi saya dapat bantuan terus, bansos. Berarti kan desil saya kalau nggak 1 ya 2," ujarnya.
"Terakhir dapat bansos PKH itu sekitar 4 atau 6 bulan yang lalu. Itu nilainya sembako, terus orang tidak mampu terus anak sekolah itu sekitar Rp 1,1 juta," sambung Timbul.