Menurutnya jika lonjakan harga energi dunia ini tidak segera diantisipasi dengan beralih ke sumber energi lain, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT), pemerintah diperkirakan harus mengeluarkan anggaran tambahan sekitar Rp 300 triliun untuk biaya subsidi dan kompensasi tadi.

Padahal dalam APBN 2026 saja, anggaran belanja untuk subsidi dan kompensasi energi sepanjang tahun ini sebesar Rp 381,3 triliun atau hampir Rp 400 triliun. Di mana realisasi pembayaran untuk subsidi dan kompensasi hingga semester I-2026 sudah mencapai Rp 233 triliun.

"Kalau tidak kita antisipasi dengan ketersediaan energi baru dan terbarukan, konsekuensinya ada peningkatan kompensasi dan subsidi dari Rp 400 triliun, itu bisa meningkat sekitar Rp 300 triliun," ujarnya.