"Kalau ini ada peningkatan sekitar Rp 300 triliun itu dampaknya itu juga ini ada defisit pembiayaan yang dibiayai dari APBN, khususnya pada tahun 2026 ini," sambung Yuliot.

Atas dasar inilah pemerintah terus berupaya mencapai swasembada energi melalui peningkatan bauran energi baru terbarukan. Mulai dari menggenjot sektor bahan bakar nabati hingga pembangunan pembangkit listrik 100 gigawatt (GW) dari sumber energi bersih seperti surya sampai panas bumi.