NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah agar selalu membuka diri terhadap aspirasi pembangunan yang disampaikan oleh anak muda.

Bima Arya saat pemaparan di The 5th International Conference on Public Administration and Governance (ICoPAG) 2026, di Auditorium Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan, pembangunan daerah sejatinya harus dijalankan dengan menyesuaikan pada kebutuhan seluruh masyarakat, khususnya kalangan anak muda.

"Gubernur, wali kota, dan bupati seharusnya mengundang pelajar dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan," kata Bima.

Menurut dia, keberadaan anak muda harus benar-benar dimaksimalkan oleh kepala daerah untuk mendapatkan ide baru dan inovatif dalam melaksanakan mekanisme pembangunan.

Sebab, kata Bima, keberlangsungan kehidupan di sebuah wilayah bergantung pada seberapa besar terbukanya ruang partisipasi bagi anak muda yang notabenenya akan menjadi pemimpin di masa depan.

Pada kesempatan itu, Wamendagri Bima Arya mengemukakan saat menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) selalu mengundang aktivis pelajar serta berbagai komunitas untuk terlibat di dalam agenda pertemuan nasional.

Setiap aktivis pelajar dan komunitas yang dilibatkan diberikan ruang melakukan diskusi dengan kepala daerah masing-masing untuk bersama-sama merancang masa depan kota.

Bima pun menegaskan para kepala daerah tidak boleh memandang anak muda sebagai komoditas politik semata yang hanya didengar ketika mendekati masa kontestasi pemilihan umum.

"Jangan sampai generasi muda hanya dianggap penting ketika suara mereka dibutuhkan dalam pemilu," ucapnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah agar melibatkan perguruan tinggi dalam upaya pembahasan pembangunan daerah.

"Hal-hal seperti inilah yang harus dilakukan oleh para kepala daerah di seluruh Indonesia," tuturnya.