Ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam membaca persoalan dapat berujung pada pengambilan kebijakan dan langkah komunikasi yang tidak tepat.
"Tidak ada gunanya kita menganggap bahwa semuanya 'buzzer' ketika kemudian kebijakan yang kita lakukan itu juga tidak sesuai dengan apa yang diinginkan publik,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh mengabaikan pentingnya pengelolaan komunikasi publik
Baginya, kebijakan yang baik tetap membutuhkan kemampuan untuk menjelaskan substansinya kepada masyarakat agar tidak kalah oleh derasnya arus informasi dan berbagai narasi yang berkembang di media.
Karena itu, Bima menilai diperlukan kecerdasan, keseimbangan, dan kematangan dalam memahami algoritma media serta mendiagnosis persoalan yang sebenarnya terjadi di balik suatu isu.
Ketua BPC Perhumas Surakarta, Andre Rahmanto mengungkapkan di tengah perebutan perhatian publik yang kian ketat, kepercayaan menjadi mata uang paling berharga bagi para pelaku kehumasan.