NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan bahwa keterhubungan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital.
"Tantangan terbesar hari ini adalah bagaimana 'government relates' dengan 'society'. Itu kuncinya. Bagaimana kita semua selalu connected dengan realita yang ada di masyarakat," katanya, di Solo, Sabtu.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara kunci di acara Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 yang digelar Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas).
Ia menekankan pentingnya kemampuan pemerintah membaca persoalan secara utuh sebelum menentukan strategi komunikasi dan merespons berbagai isu yang berkembang di ruang publik.
Menurut dia, pemerintah harus mampu memahami suasana kebatinan masyarakat dan mengidentifikasi akar persoalan yang memicu kritik.
Respons terhadap isu publik tidak bisa hanya didasarkan pada anggapan bahwa serangan di media sosial merupakan ulah "buzzer" atau pihak-pihak tertentu.