"Jika dulu kepercayaan adalah bonus dari reputasi, kini kepercayaan harus ada lebih dulu, baru pesan kita didengar," katanya.
Ia merujuk pada Edelman Trust Barometer 2026 yang menempatkan Indonesia di antara lima besar negara dengan kepercayaan terhadap institusi tertinggi di dunia, dengan indeks 73 dari 100.
Namun, kata dia, laporan yang sama mencatat 66 persen masyarakat cenderung sulit memercayai kelompok atau sumber informasi yang berbeda dari mereka.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menegaskan pentingnya peran hubungan masyarakat (humas) dalam membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang akurat, transparan, dan beretika.
Di tengah derasnya arus informasi serta perkembangan kecerdasan buatan (AI), humas dituntut tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mencerdaskan masyarakat dan memperkuat persatuan.