“Dukungan lainnya dilakukan melalui perbaikan rumah tidak layak huni beserta fasilitas sanitasi di kawasan permukiman, serta penyaluran bantuan makanan tambahan bagi ibu dan anak dari keluarga penerima manfaat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader desa yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting.
“Pekerjaan mereka jarang terlihat dari jauh, dan hasilnya baru tampak bertahun-tahun kemudian pada anak-anak kita yang tumbuh sehat. Ketekunan seperti itu layak dihargai,” katanya.
Ia memastikan Pemprov Kalsel terbuka terhadap berbagai masukan dari Kemendes PDT, termasuk hasil evaluasi yang disampaikan dalam forum tersebut.
Rencana tindak lanjut yang disepakati juga akan dikawal bersama pemerintah kabupaten dan kota sesuai kewenangan pemerintah provinsi.
“Melalui rakor ini, diharapkan koordinasi pusat dan daerah semakin kuat, sehingga desa dapat menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap ibu memperoleh pendampingan yang layak dan setiap anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat serta optimal,” katanya.