Menurut Sandry, kebutuhan inovasi tersebut semakin relevan di tengah perubahan kondisi global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga risiko bencana ekologis akibat perubahan iklim.
"Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak. Kami ingin merangkul lebih banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang dihadirkan pada ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia," tambahnya.
Dalam ENSIA 2026, tercatat 253 perusahaan berpartisipasi dengan 954 paper dan 48 local hero. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper.
"ENSIA 2026 mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya komitmen dunia usaha dalam menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan bisnis," tutupnya. (fdl/fdl)