NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo menyakini kualitas layanan 5G di Indonesia akan semakin membaik dalam tiga tahun ke depan.

Diketahui, sejak jaringan seluler generasi kelima tersebut diperkenalkan sejak pertengahan 2021 perkembangannya tidak begitu cepat, salah satunya spektrum frekuensi yang digunakan operator masih berbagi dengan layanan 4G.

Berdasarkan data terakhir Komdigi menyebutkan adopsi 5G di Tanah Air masih 4,44%. Riset GSMA juga menyebutkan adopsi 5G Indonesia berada di angka 4%. Padahal di sisi lain, Indonesia diproyeksikan merajai ekonomi digital sebesar USD 340 miliar hingga USD 360 miliar pada 2030.

Wamenkomdigi Angga menjelaskan dampak usai digelarnya lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz oleh Kementerian Komunikasi dan Digital beberapa waktu lalu akan memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kualitas layanan internet seluler.

"Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90% konektivitas itu sendiri sudah ter-cover. Tapi kan tadi yang saya sampaikan, kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik," kata Angga ditemui usai peringatan Hari Bhakti Postel di Kantor Pos Bandung, Minggu (27/9/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah bersama industri telekomunikasi terus memperkuat sinergi untuk menghadirkan layanan konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat. Angga menyebutkan pemanfaatan frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang memiliki peran berbeda dalam pengembangan jaringan seluler di Indonesia.