Dalam pengembangan ekonomi perak, Kemensos mendukung inisiatif Bappenas untuk menjadikan perubahan demografi sebagai peluang bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dua sektor yang dinilai strategis adalah pengembangan senior living atau hunian ramah lansia serta industri alat bantu dan teknologi asistif yang mendukung mobilitas, keselamatan, dan kemandirian lansia.

"Kementerian Sosial siap berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya, khususnya untuk memastikan lansia rentan tidak tertinggal dalam pengembangan ekonomi perak. Keberhasilan ekonomi perak tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan industri dan investasi, tetapi dari meningkatnya kesejahteraan, kemandirian, dan martabat lansia," pungkas Agus Jabo.

Agus Jabo berharap peluncuran buku kelanjutusiaan dapat memperkuat penyusunan kebijakan berbasis data dan bukti, sementara pengembangan ekonomi perak menjadi awal kolaborasi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Maliki, serta Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath.