Untuk meningkatkan produksi, pihaknya mulai mengembangkan kedelai di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Daerah itu dipilih sebagai lokasi awal pengembangan karena memiliki sejarah panjang sebagai sentra kedelai nasional dengan produktivitas yang relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata produksi nasional.

Pemerintah menargetkan pengembangan kedelai melalui program bantuan seluas 50.000 hektare pada 2026, dengan potensi produksi mencapai sekitar 150.000 ton apabila produktivitas mencapai tiga ton per hektare.

Alim menjelaskan produktivitas kedelai nasional saat ini masih berkisar 1,6 hingga 1,8 ton per hektare sehingga peningkatan hasil panen menjadi fokus utama program pengembangan kedelai.

Ia menegaskan peningkatan produksi kedelai tidak harus dilakukan dengan membuka lahan baru, melainkan melalui optimalisasi pola tanam agar tidak mengurangi area produksi padi nasional.