NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Saleh Mustafa berkelakar cara pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani di dalam negeri. Menurut dia, caranya adalah pemerintah harus menjadi tengkulak budiman.

Dalam mengukur kesejahteraan petani, pemerintah menggunakan indikator Nilai Tukar Petani (NTP) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan data BPS, NTP per September 2026 sebesar 131,11 setelah naik 1,49 persen dari Agustus 2026. Saleh mengatakan pemerintah menargetkan angkanya bisa naik hingga ke atas 140.

Namun, sambil berkelakar ia menyebut pemerintah harus menjadi tengkulak budiman jika target NTP tersebut ingin tercapai.

"Rencananya memang kami mencoba agar nilai tukar ini di atas 130 atau di atas 140, tapi saya bilang ke Pak Mentan itu kita harus jadi tengkulak budiman. Tengkulak budiman itu tengkulak yang menyelesaikan masalah tanpa meninggalkan masalah. Mungkin tengkulak pegadaian," ujar Saleh dalam acara Agrifood Forum 2026 yang digelar NadiKabar.com di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Ia mengakui di Indonesia masih ada oknum tengkulak atau dikenal dengan istilah middleman yang kerap mengacaukan harga produk pertanian di pasaran.