Banyaknya tantangan tersebut meski ada produksi beras dari kawasan transmigrasi, namun apa yang dihasilkan dari sawah-sawah yang ada belum memenuhi kebutuhan masyarakat di sana sehingga kebutuhan beras dan sembako lainnya, terutama di Ternate, didatangkan dari provinsi lain.

"Dari rakor inilah kita serap dan dengar apa saja keluhan dari kawasan transmigrasi di Malut," imbuhnya.

Mencetak sawah baru di Malut menurut Viva Yoga tak sekadar untuk meningkatkan produksi bahkan swasembada beras baik di Malut maupun nasional namun juga untuk menciptakan lapangan kerja.

"Tenaga kerjanya bisa memanfaatkan dari masyarakat setempat atau lokal," tuturnya.

Mencetak sawah baru di luar Jawa ditegaskan sangat penting sebab di Jawa ada peralihan fungsi sawah seluas 100.000 Ha setiap tahun.

"Sawah-sawah di Jawa banyak beralih menjadi perumahan, pabrik, jalan, dan fasilitas umum lainnya," ungkapnya.

Meski demikian Viva Yoga menegaskan saat cetak sawah, hamparan sawah yang ada harus didukung infrastruktur pendukung yang vital, seperti saluran irigasi, bendungan, dan adanya sumber air.