"Jangan sampai cetak sawah lalu tidak ada saluran irigasi dan bendungan. Jadi saat cetak sawah, juga akan dibangun saluran irigasi dan bendungan untuk menyediakan air," paparnya.
Untuk itulah dalam membangun kawasan transmigrasi, Kementrans bersinergi dengan kementerian teknis lainnya seperti Kementerian Pertanian, kementerian Perhubungan, Kemendikdasmen, Kemenkes, dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Sementara itu, Samsuddin Abdul Kadir dalam rakor mengatakan rasa senang bisa bersama dengan Wamen. Ia menuturkan rakor sangat efektif karena langsung didengarkan oleh Wamen Viva Yoga.
Malut menurutnya sangat bersyukur dengan adanya transmigrasi sebab dengan program itu provinsi ini bisa menghasilkan beras sendiri.
"Adanya transmigran yang bercocok padi di sawah, kebiasaan itu juga menular ke masyarakat lokal," ucapnya.
Ditegaskan, Malut ingin meningkatkan produksi beras untuk mencukupi kebutuhan sendiri bahkan untuk mendukung swasembada beras nasional