"Step satu ini, mungkin paling lambat harusnya sih pertengahan November sudah bisa panen. Tapi kalau kita lihat begini sih, awal November harusnya sudah bisa panen, ya. Tapi utamanya pertengahan November lah," ujarnya.
Dengan estimasi produktivitas rata-rata sekitar 6 ton per hektar, panen perdana ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 240 ton gabah.
"(Seluas) 40 hektare kalau kita kalikan targetnya. Ya biasanya kan sekitar rata-rata 6 sampai 7 ton produktivitas (per hektare sawah). Ya, ambil saja paling yang pesimis 6 ton lah, kalikan saja 6 kali 40, berarti 240 ton gabah. Sekali kita trial tanam dan trial panen di November," terang Dody.
Menurut Dody, pembangunan KSPEAN Wanam ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan lumbung pangan baru demi memperkuat ketahanan pangan nasional. Terlebih mengingat bagaimana Papua selama ini menyimpan potensi alam yang melimpah dan relatif lebih stabil dari ancaman guncangan cuaca ekstrem.
"Pak Presiden-lah yang yang mencanangkan Wanam menjadi kawasan swasembada pangan, energi, dan air. Yang ini pertama kali nih dicanangkan jauh sebelum beliau jadi Presiden, dan ternyata terbukti bahwa visi beliau tepat sekali," tutur Dody.