"Bagaimanapun Papua ini tempat yang masih masih virgin lah, sehingga kalaupun terjadi goncangan terhadap cuaca, cuaca ekstrem atau apa pun, biasanya Papua nggak terlalu terguncang dibandingkan dengan pulau-pulau lain," sambungnya.
Secara keseluruhan, pengembangan KSPEAN Wanam yang merupakan amanat Inpres 14 Tahun 2025 yang mencakup lahan seluas 10.000 hektare dengan karakteristik hidrotopografi yang berbeda mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa.
Selain memastikan ketersediaan air dalam mendukung kegiatan pertanian di KSPEAN Wanam, Dody menilai proyek pembangunan ini dapat digunakan sebagai percontohan proyek pengembangan lumbung pangan di kawasan lainnya.
"Ada beberapa tempat sih. Ada Sumatra ada, Sulawesi ada, di Kalimantan juga ada. Cuman fokus kita pertama ini yang ini dulu. Ini dulu kita benar-benar sukseskan, kemudian kita baru beralih ke tempat lain," pungkasnya.