NADIKABAR.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong pembangunan infrastruktur di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di desa Wanam, Merauke, Papua Selatan. Kawasan ini dibuat jadi salah satu pusat lumbung pangan (food estate) nasional.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menjelaskan dalam mendorong peningkatan produksi pangan nasional, pihaknya bertugas menyiapkan infrastruktur sumber daya air berupa jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir.

Menurutnya, pembangunan jaringan saluran air KSPEAN Wanam ditargetkan sepanjang 180 kilometer (km) untuk mengairi seluruh kawasan tersebut. Per 1 Oktober 2026 ini sudah terealisasi total jaringan sepanjang 133 kilometer.

"Tugas kita adalah menyiapkan airnya saja. Airnya cukup untuk awal ini 130 hektare, dan next-nya adalah 110.000 hektare," ujar Dody di Kawasan KSPEAN Wanam, Kamis (8/10/2026).

Berkat itu, ia mengatakan pemerintah telah melakukan penanaman padi di lahan seluas sekitar 40 Ha untuk tahap pertama, dari total target 130 Ha. Padi-padi itu ditargetkan bisa dipanen sekitar awal atau pertengahan November 2026.

"Step satu ini, mungkin paling lambat harusnya sih pertengahan November sudah bisa panen. Tapi kalau kita lihat begini sih, awal November harusnya sudah bisa panen, ya. Tapi utamanya pertengahan November lah," ujarnya.

Dengan estimasi produktivitas rata-rata sekitar 6 ton per hektar, panen perdana ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 240 ton gabah.

"(Seluas) 40 hektare kalau kita kalikan targetnya. Ya biasanya kan sekitar rata-rata 6 sampai 7 ton produktivitas (per hektare sawah). Ya, ambil saja paling yang pesimis 6 ton lah, kalikan saja 6 kali 40, berarti 240 ton gabah. Sekali kita trial tanam dan trial panen di November," terang Dody.

Menurut Dody, pembangunan KSPEAN Wanam ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan lumbung pangan baru demi memperkuat ketahanan pangan nasional. Terlebih mengingat bagaimana Papua selama ini menyimpan potensi alam yang melimpah dan relatif lebih stabil dari ancaman guncangan cuaca ekstrem.

"Pak Presiden-lah yang yang mencanangkan Wanam menjadi kawasan swasembada pangan, energi, dan air. Yang ini pertama kali nih dicanangkan jauh sebelum beliau jadi Presiden, dan ternyata terbukti bahwa visi beliau tepat sekali," tutur Dody.

"Bagaimanapun Papua ini tempat yang masih masih virgin lah, sehingga kalaupun terjadi goncangan terhadap cuaca, cuaca ekstrem atau apa pun, biasanya Papua nggak terlalu terguncang dibandingkan dengan pulau-pulau lain," sambungnya.

Secara keseluruhan, pengembangan KSPEAN Wanam yang merupakan amanat Inpres 14 Tahun 2025 yang mencakup lahan seluas 10.000 hektare dengan karakteristik hidrotopografi yang berbeda mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa.

Selain memastikan ketersediaan air dalam mendukung kegiatan pertanian di KSPEAN Wanam, Dody menilai proyek pembangunan ini dapat digunakan sebagai percontohan proyek pengembangan lumbung pangan di kawasan lainnya.

"Ada beberapa tempat sih. Ada Sumatra ada, Sulawesi ada, di Kalimantan juga ada. Cuman fokus kita pertama ini yang ini dulu. Ini dulu kita benar-benar sukseskan, kemudian kita baru beralih ke tempat lain," pungkasnya.