Dalam konteks pembangunan sentra produksi pangan ini, Dody menegaskan tugas utama dari Kementerian PU adalah memastikan kebutuhan air irigasi di area pertanian tetap terpenuhi.
Khusus di KSPEAN pihaknya bertugas menyiapkan infrastruktur sumber daya air berupa jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir. Hingga awal Oktober 2026 ini sudah terbangun 133 km jaringan irigasi dari target 180 km.
Kehadiran jaringan irigasi menopang penanaman padi di lahan seluas sekitar 40 hektare untuk tahap pertama, dari total target 130 hektare. Ditargetkan padi-padi tersebut bisa dipanen sekitar awal atau pertengahan November 2026.
"Step satu ini, mungkin paling lambat harusnya sih pertengahan November sudah bisa panen. Tapi kalau kita lihat begini sih, awal November harusnya sudah bisa panen, ya. Tapi utamanya pertengahan November lah," papar Dody.
Di luar itu untuk memastikan kebutuhan air irigasi KSPEAN tetap terpenuhi, pihaknya sudah menyiapkan pengembangan sumur dalam yang bisa digunakan sebagai sumber cadangan air tawar untuk mengairi area pertanian. Mengingat kawasan ini dekat dengan laut yang membuat sebagian area hanya tersedia air asin.
"Ini sebenarnya pertanian rawa. Basisnya adalah air tawar dari rawa. Tapi kita juga harus memastikan bahwa air itu tawar dan wajib tersedia dalam kondisi apa pun. Karena itu, kita melakukan pengeboran air tanah untuk memastikan pasokan air tawar yang cukup," terangnya.