"Yang sudah tertanam hari ini baru 40 hektare. Selanjutnya akan ditanam secara bertahap oleh Kementerian Pertanian. Tugas kita adalah menyiapkan airnya, memastikan kebutuhan air untuk kawasan pertanian ini tersedia," sambung Dody.

Melalui pengembangan sumur dalam dan pembangunan jaringan saluran secara terpadu, Kementerian PU berupaya memastikan ketersediaan air menjadi fondasi bagi pengembangan pertanian di KSPEAN Wanam.

Bahkan setelah itu Dody mengatakan ke depan kawasan sentra pangan di Indonesia bagian timur ini akan dilengkapi dengan fasilitas berupa pelabuhan hingga bandara. Dengan begitu hasil produksi pangan dari kawasan ini dapat dirasakan oleh wilayah Indonesia lain.

"Industri pangannya kita kita dirikan dulu, kemudian pelabuhan kita jadikan dulu, bandara kita jadikan dulu, baru kemudian kita berpindah ke sisi lain," ucap Dody.

Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan dan keberlanjutan sektor pertanian serta memperkuat upaya pengembangan kawasan sentra produksi pangan di Papua Selatan. Hingga ke depan kawasan ini dapat menjadi percontohan dalam pembangunan sentra produksi lainnya.

"Ada beberapa tempat sih. Ada Sumatra ada, Sulawesi ada, di Kalimantan juga ada. Cuman fokus kita pertama ini yang ini dulu. Ini dulu kita benar-benar sukseskan, kemudian kita baru beralih ke tempat lain," pungkasnya.