Wakil Presiden Chery Automobile Co., Li Xueyong, angkat suara soal isu ini lewat unggahan di media sosial pada 26 Agustus lalu. Ia mengingatkan bahwa mobil bukan barang konsumsi biasa yang bisa asal cepat diproduksi.
"Mobil bukanlah barang konsumsi yang cepat berganti. Ini berkaitan langsung dengan keselamatan jutaan keluarga dan harus mampu bertahan menghadapi beragam kondisi jalan, iklim, dan kebiasaan berkendara di seluruh dunia," ujarnya.
Ia menegaskan ada batas yang tidak boleh dilanggar demi mengejar kecepatan. "Tentu ada jadwal pengembangan yang tidak boleh dipersingkat, dalam kondisi apa pun," tambahnya.
Kekhawatiran soal kualitas ini juga direspons serius oleh pemerintah China. Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) kini rutin mengumumkan perusahaan mana saja yang telah diperiksa usai inspeksi lapangan dilakukan. Setidaknya lima produsen mobil besar sudah diperiksa hanya dalam bulan Juli saja.
Salah satu kasus yang jadi sorotan adalah baterai mobil listrik Aion, merek EV milik Guangzhou Automobile Group Co. (GAC Group). Baterai kendaraan tersebut dilaporkan bermasalah setelah menempuh jarak 150.000 km. MIIT pun langsung melakukan inspeksi ke perusahaan tersebut, dan Aion berjanji memperbaiki atau mengganti baterai bermasalah secara gratis.