"Generasi muda sangat akrab dengan mobile banking, dompet digital, fintech, dan aplikasi investasi. Ini membuat akses semakin mudah dan edukasi bisa menjangkau masyarakat dengan jauh lebih cepat," ujarnya.
Meski begitu, Farid memperingatkan tingginya penetrasi teknologi ini memicu munculnya berbagai ancaman bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang akrab dengan ekosistem digital.
Sebut saja risiko pinjaman online (pinjol) ilegal, judi online, hingga kebiasaan belanja impulsif akibat dorongan perilaku Fear of Missing Out (FOMO), You Only Live Once (YOLO), serta fitur paylater.
"Muncul berbagai jebakan keuangan. Ada pinjol ilegal, ada judi online, adik-adik yang suka belanja ada FOMO, ada YOLO, ada FOPO, serta belanja impulsif dengan insentif diskon dan paylater yang dipicu oleh algoritma digital," paparnya.