Atas dasar inilah, Farid kemudian menyampaikan tiga kebiasaan sederhana agar kondisi keuangan tetap terjaga. Yakni yang pertama untuk membiasakan untuk menyisihkan dana, bukan sisakan. Utamakan menabung sejak kita terima uang.
Kedua, biasakan belanja sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Dalam hal ini, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan berbagai fasilitas belanja yang kian menggoda akibat berbagai promo digital.
"Punya gadget, dan itu hati-hati, karena algoritma AI terus belajar tentang apa yang kita sukai, menggoda kita semua untuk terus membeli. Jangan biarkan teknologi mengendalikan keputusan keuangan kita. Kita harus tetap pegang kendali," ujar Farid.
Ketiga, bangun 'tabungan' yang tidak berwujud seperti karakter, ilmu, dan relasi. Sebab menurutnya karakter dekat dengan modal spiritual, ilmu adalah human capital, dan relasi yang sehat adalah social capital.