Ia menjelaskan, lonjakan permintaan akibat panic buying tidak bisa langsung diatasi dalam waktu singkat. Proses pemulihan stok memerlukan waktu minimal satu minggu jika kondisi stok aman, atau setidaknya 3 hingga 4 hari pada kondisi normal.
Rantai pasok yang harus disiapkan saat terjadi lonjakan sangat panjang, mulai dari peningkatan produksi di kilang, opsi impor jika pasokan kurang, penyiagaan armada kapal tambahan oleh tim distribusi untuk mengirim ke berbagai terminal, hingga penambahan armada mobil tangki di berbagai daerah.
"Misalkan sudah disediakan 50 mobil tangki gara-gara ada lonjakan panic buying dan lain-lain itu bisa butuh tambah 10 (mobil), nyari 10 (mobil) dalam waktu segera nggak gampang. Jadi, kalau recovery-nya ini yang kita hindari, karena recovery itu butuh waktu paling tidak seminggu," beber Eko.