Ia menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga telah memberikan dukungan berupa pembinaan, pelatihan, serta bantuan sarana dan prasarana untuk memperkuat kapasitas kelompok.
"Kami sangat berterima kasih karena Pertamina Patra Niaga tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga perhatian dan pembinaan kepada kami. Harapan kami, dukungan ini dapat terus berlanjut sehingga bank sampah dapat semakin berkembang dan meningkatkan kesejahteraan anggota serta warga di lingkungan kami," ujar Sri.
Selain mengumpulkan minyak jelantah, Bank Sampah Beo Asri juga mengembangkan pengolahan sampah plastik dan pemanfaatan sisa palet menjadi berbagai produk, seperti kursi, meja, dan rak.
Lebih lanjut, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menjelaskan dari pengalaman ketiga bank sampah tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pengelolaan minyak jelantah tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang terlibat.
"Pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta terbukanya akses penyaluran hasil pengumpulan. Melalui kolaborasi tersebut, limbah rumah tangga dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab dan memiliki nilai guna yang lebih besar," pungkas Kitty.