Jika dihitung-hitung, harga bensin premium di ibu kota Honduras ini setara dengan Rp 26.977 per liter (kurs Rp 17.882). Sementara harga bensin biasa sekitar Rp 23.881 per liter.

Padahal kenaikan harga BBM tersebut sudah ditahan oleh langkah pemerintah dengan meningkatkan subsidi bahan bakar sementara dari 65% menjadi 70%. Namun menurut Sekretariat Energi Honduras langkah ini tidak bisa mencegah kenaikan lebih lanjut di tingkat konsumen imbas kenaikan harga energi global.

Di luar itu, pemerintah juga terus mempertahankan subsidi untuk beberapa produk bahan bakar lainnya dalam upaya membatasi dampak kenaikan harga energi global terhadap masyarakat. Salah satunya harga LPG domestik tidak berubah berkat diberikannya subsidi sementara, sementara harga LPG untuk kendaraan bermotor masih meningkat.

Berdasarkan laporan dari berbagai media lokal, demonstrasi besar ini terjadi di sejumlah kota seperti Tegucigalpa, San Pedro Sula, Villanueva, dan daerah lain pada Senin (28/9) waktu setempat setelah pengumuman kenaikan harga bahan bakar.