Dia menyebut apabila 20% saja dari emas yang saat ini masih disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan atau perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya ke pertumbuhan ekosistem bullion akan sangat besar

"Jadi, bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, yang US$ 252 billion ini, mungkin 20% saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke ditaruh ke instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan di Syariah maupun Pegadaian, nah ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau itu bisa kita lakukan," tuturnya.

Airlangga kemudian membandingkan jumlah stok emas Indonesia dengan sejumlah negara. Amerika Serikat (AS) tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, sementara China mencapai 2.331 ton.

Dengan kepemilikan sekitar 1.800 ton, Indonesia berada di bawah kedua negara tersebut dan lebih tinggi dibandingkan India yang memiliki sekitar 880 ton serta Singapura.