"Karena kalau kita lihat Amerika punya stok emas 8.133 ton, kemudian China 2.331. Kalau Indonesia 1.800, itu udah langsung di bawah mereka semua. Karena India 880 ton dan Singapura tentu punya juga relatif lebih rendah dari itu," sebut dia.

Meski memiliki potensi emas yang besar, Airlangga menyebut stok emas yang berada di Bank Indonesia (BI) masih relatif rendah, yakni baru sekitar 70 ton. Ia menyebut pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

"Namun memang dari BI kita juga masih rendah, baru 70 ton di Bank Indonesia. Nah, pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi, kemudian bapak presiden kemarin juga menyampaikan dalam pidatonya terkait dengan bullion bank, sehingga bullion ini menjadi sesuatu yang diandalkan ke depan, terutama untuk meningkatkan nilai tambah daripada hilirisasi di sektor mine and energy," tutup Airlangga.