NADIKABAR.COM — Bank Sampah Kumala Tanjung Priok olah sampah plastik dan styrofoam jadi solar. Bahan bakar dari proses pirolisis ini rencananya dijual kepada nelayan.
Jakarta - Bank Sampah Kumala Tanjung Priok olah sampah plastik dan styrofoam jadi solar. Bahan bakar dari proses pirolisis ini rencananya dijual kepada nelayan.
Warga mengolah sampah plastik dan limbah styrofoam menjadi bahan bakar alternatif di Bank Sampah Kumala, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/11/2026).
Pengolahan ini dilakukan sebagai langkah nyata mengurangi volume sampah yang sulit terurai dan mencemari lingkungan.
Sampah yang dikumpulkan dari masyarakat dipilah terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam mesin untuk menjalani proses pirolisis.
Melalui proses pemanasan tersebut, sebanyak 50 kilogram sampah plastik mampu menghasilkan sekitar 40 liter cairan bahan bakar solar.
Sejumlah warga terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari pengumpulan bahan baku hingga proses produksi bahan bakar.
Kegiatan ini menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan nilai guna limbah yang sebelumnya dianggap tak bernilai.
Selain mengurangi timbunan sampah, hasil olahan berupa solar ini rencananya akan dijual kepada nelayan sekitar untuk operasional perahu.
Melalui inovasi ini, Bank Sampah Kumala berharap dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung upaya pengurangan pencemaran lingkungan.