Pertemuan angin membantu memusatkan massa udara, sementara suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitarnya menunjang ketersediaan uap air di atmosfer.

"Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang secara lokal," tulis BMKG dalam prakiraan tersebut.

Di sisi lain, sekitar 76 persen ZOM di Indonesia masih mengalami musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Baru sekitar 8 persen ZOM yang telah memasuki musim hujan.

Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang kekeringan meteorologis di wilayah yang masih minim hujan, khususnya Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.

Oleh karena itu, meski curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, hujan signifikan tetap dapat terjadi pada skala harian di daerah yang mendapat dukungan dinamika atmosfer regional maupun lokal.