DarkSword dapat menyusupi perangkat dan mencuri data bahkan ketika korban hanya mengunjungi web yang berbahaya, tanpa perlu klik atau mengetik apapun. Tanpa sepengetahuan pengguna, DarkSword dapat mencuri password, pesan, riwayat panggilan, kontak, email, foto, hingga data dompet kripto.
ika pengunjung mengakses website tersebut menggunakan browser selain Safari, akan muncul halaman "Browser Restricted" yang akan mengarahkan pengguna untuk membuka Safari. Jika berhasil membobol sistem keamanan iPhone, DarkSword akan mulai mencuri data, seperti dikutip dari Cnet, Kamis (1/10/2026).
Pengguna iPhone disarankan untuk memperbarui sistem operasi perangkatnya agar terhindar dari penipuan ini. Jika ingin memesan iPhone Duo, pastikan hanya lewat website resmi Apple atau mitra Apple terpercaya.
Jika sudah terlanjur membuka website pre-order palsu, segera perbarui sistem operasi iPhone lalu restart perangkat. Malwarebytes mengatakan muatan pencuri data ini tidak akan kembali setelah ponsel di-restart.