NADIKABAR.COM — Apple sudah mengumumkan iPhone Duo pada 9 September lalu tapi pre-order resminya baru akan dibuka pada 16 Oktober. Jangan sampai terkecoh halaman pre-order iPhone Duo tidak resmi karena data dan aset kripto kalian terancam dicuri.
Peneliti keamanan dari Malwarebytes menemukan website pre-order iPhone Duo palsu yang tampilannya terlihat sangat mirip seperti website resmi Apple. Website itu juga menawarkan bonus diskon USD 500 untuk pre-order iPhone Duo agar targetnya semakin tergoda.
Website itu terlihat resmi, dengan logo Apple, font, dan gaya bahasa yang sama seperti toko online Apple, serta tidak ada kesalahan ejaan, tata bahasa, atau tanda baca seperti yang biasa ditemukan di sebagian besar website penipuan.
Namun, Malwarebytes menemukan tautan kebijakan privasi, syarat dan ketentuan, serta kebijakan penjualan yang ada di halaman itu tidak mengarah ke mana pun ketika diklik.
Ketika tombol 'Claim $500 Voucher' diklik, halaman itu akan menampilkan formulir yang jika diperhatikan secara seksama menunjukkan tanda penipuan. Misalnya, ada opsi warna Natural Titanium, padahal iPhone Duo hanya tersedia dalam warna Black dan White.
Formulir itu juga mencantumkan ukuran layar iPhone Duo sebesar 6,3 inch dan 6,9 inch. Nyatanya, ponsel layar lipat pertama Apple itu memiliki layar berukuran 5,4 inch ketika dilipat dan 7,6 inch ketika dibuka.
Setelah formulir itu diisi dan pengunjung mengklik tombol yang ada, akan ada pesan "Pre-order Successful" di layar. Walau sekilas tidak terjadi apa-apa, proses pencurian data sudah dimulai tanpa sepengetahuan korban.
Malwarebytes mengatakan penipu di balik website ini menggunakan rantai eksploitasi DarkSword yang mengincar iPhone lama yang tidak menerima update sistem operasi dan update keamanan terbaru, tepatnya iPhone yang masih menjalankan iOS 18.4 hingga 18.6.2.
DarkSword dapat menyusupi perangkat dan mencuri data bahkan ketika korban hanya mengunjungi web yang berbahaya, tanpa perlu klik atau mengetik apapun. Tanpa sepengetahuan pengguna, DarkSword dapat mencuri password, pesan, riwayat panggilan, kontak, email, foto, hingga data dompet kripto.
ika pengunjung mengakses website tersebut menggunakan browser selain Safari, akan muncul halaman "Browser Restricted" yang akan mengarahkan pengguna untuk membuka Safari. Jika berhasil membobol sistem keamanan iPhone, DarkSword akan mulai mencuri data, seperti dikutip dari Cnet, Kamis (1/10/2026).
Pengguna iPhone disarankan untuk memperbarui sistem operasi perangkatnya agar terhindar dari penipuan ini. Jika ingin memesan iPhone Duo, pastikan hanya lewat website resmi Apple atau mitra Apple terpercaya.
Jika sudah terlanjur membuka website pre-order palsu, segera perbarui sistem operasi iPhone lalu restart perangkat. Malwarebytes mengatakan muatan pencuri data ini tidak akan kembali setelah ponsel di-restart.