NADIKABAR.COM — Riset terbaru World Gold Council (WGC) bersama Boston Consulting Group (BCG) menunjukkan bahwa akses layanan keuangan Indonesia yang semakin mudah digunakan semakin memperluas minat dan jangkauan investasi emas digital masyarakat.

“Indonesia menunjukkan bagaimana akses melalui lembaga yang sudah dikenal dan terpercaya dapat memperluas jangkauan investasi emas,” kata Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks di World Gold Council Shaokai Fan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

“Kehadiran emas digital melalui berbagai layanan keuangan memungkinkan masyarakat berinvestasi dengan lebih mudah dan dalam nominal yang lebih terjangkau,” katanya menambahkan.

Menurut riset bertajuk “Digital Gold: Unlocking a $700-billion Opportunity”, Indonesia menonjol di pasar emas digital global dengan mencatat tingkat kesadaran (awareness) terhadap emas digital tertinggi di antara 12 negara yang disurvei, yakni sebesar 76 persen.

Secara global, emas digital yang didukung oleh emas fisik yang disimpan di fasilitas penyimpanan (vaulted digital gold) mencakup 89 persen dari total nilai pasar emas digital. Lebih dari separuh nilai kepemilikan emas digital jenis ini berada di Tiongkok, India, dan Indonesia.

Di Indonesia, lembaga keuangan terpercaya seperti Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah menyediakan akses terhadap emas digital jenis tersebut, dengan sekitar lima juta nasabah di Indonesia yang telah melakukan transaksi emas digital.

“Tingginya kesadaran dan meningkatnya partisipasi masyarakat Indonesia terhadap emas digital menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar di Indonesia. Ke depan, penguatan kepercayaan dan kemudahan akses akan menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ini,” ujar Fan.

Sementara itu, riset tersebut juga mencatat pasar emas digital yang saat ini bernilai sekitar 45–55 miliar dolar AS, berpotensi membuka peluang permintaan yang belum terealisasi (latent demand) hingga 700 miliar dolar AS.

Peluang senilai 700 miliar dolar AS tersebut merupakan estimasi total potensi permintaan yang dapat terealisasi apabila hambatan adopsi saat ini dapat diatasi, bukan proyeksi pertumbuhan dalam jangka pendek.

Dalam skenario dasar (base case) lima tahun, laporan tersebut memperkirakan pasar emas digital akan tumbuh sekitar 27 persen per tahun hingga mencapai 160–170 miliar dolar AS pada 2031.

Nilai tersebut berpotensi meningkat menjadi 270–280 miliar dolar AS dalam periode yang sama apabila lebih banyak hambatan dapat diatasi dengan lebih cepat.