"Peningkatan penjualan yang diiringi penguatan margin profitabilitas mencerminkan keberhasilan strategi bisnis Perseroan dalam mendorong penguatan pasar serta operational yang lean dan excellence. Ke depan, Perseroan akan terus menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat profitabilitas secara berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Corporate Secretary WIKA, Ngatemin dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Langkah transformasi tersebut turut berdampak pada kinerja bisnis utama Perseroan. Laba usaha tercatat sebesar Rp 754,33 miliar, meningkat 162,1% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, EBITDA dari operasi inti di luar penyertaan pada investasi kereta mencapai Rp 957,84 miliar, tumbuh 148,4% yoy.

Penerapan lean management juga mulai menunjukkan hasil. Hal ini tercermin dari penurunan Operating Expense Ratio menjadi 5,34% pada kuartal III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi finansial, Perseroan juga fokus melakukan penguatan fundamental. Hal ini dapat dilihat dari total utang Perseroan yang menurun sebesar Rp 1,42 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari utang berbunga Perseroan yang menurun Rp 505 miliar dan utang usaha Perseroan yang menurun Rp 914,54 miliar pada kuartal III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.