WINR memperbesar target kepemilikan di perusahaan penyedia layanan internet PT Laxo Global Akses menjadi 90%. WINR sebelumnya menargetkan kepemilikan 60% di Laxo.

Kini, target tersebut dinaikkan menjadi 90% melalui penambahan setoran modal. Saat ini, WINR baru menguasai 8,50% saham Laxo.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi WINR untuk menghubungkan bisnis layanan internet dengan proyek-properti yang dikembangkan perseroan. Layanan Laxo nantinya dapat dikemas dalam bentuk bundling bersama proyek properti WINR, termasuk melalui konsep smart connectivity.

Perseroan juga melihat bisnis tersebut dapat memperkuat sumber pendapatan berulang. Laxo telah menjangkau 30 kota dengan basis pelanggan yang terdiri atas lebih dari 100 perusahaan dan instansi pemerintah serta sekitar 10.000 pelanggan ritel.

Dari bisnis tersebut, Laxo mencatatkan pendapatan Rp22,83 miliar pada semester I-2026. Dengan peningkatan kepemilikan, kontribusi bisnis Laxo diharapkan semakin besar terhadap kinerja WINR ke depan.

Secara teknikal, pergerakan saham WINR berpotensi mengarah ke level Rp26 setelah mampu ditutup di atas EMA 21.

ERAA menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk membeli kembali saham perseroan dari kas internal.

Posisi kas dan setara kas ERAA pada semester I-2026 tercatat Rp1,31 triliun. Dalam rencana tersebut, jumlah saham yang dapat dibeli kembali mencapai maksimal 797,50 juta lembar atau sekitar 5% dari modal disetor.

Jumlah tersebut masih di bawah batas maksimal 20% yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Aksi pembelian kembali saham akan dilakukan selama tiga bulan, terhitung mulai 4 September sampai 4 Desember 2026.

Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, setelah aksi tersebut total aset ERAA diperkirakan menjadi Rp28,36 triliun dari sebelumnya Rp28,86 triliun. Ekuitas juga diproyeksikan turun menjadi Rp9,68 triliun dari Rp10,18 triliun.

Meski demikian, laba bersih dan laba per saham (EPS) diperkirakan tetap, dengan EPS berada di level Rp75,68.