Sebelum dideportasi ke negara asalnya, Ndummadu diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar untuk menjalani pendetensian. Penempatan tersebut dilakukan selama proses penanganan keimigrasian dan persiapan deportasi berlangsung.
Selama delapan tahun di Indonesia, Ndummadu menyambung hidup dengan menjadi penyanyi keliling. Menurut Merry, Ndummadu sering menjadi penyanyi freelance di bar serta kafe-kafe.
"Selain di bar dan cafe, yang bersangkutan juga menyanyi di gereja. Dari penghasilan itulah dia bertahan hidup di Indonesia," jelas Merry.
Ndummadu berada di Tabanan baru sekitar dua bulan. Dia pertama kali datang ke Indonesia melalui Jakarta. Kemudian, dia berpindah tempat ke Surabaya hingga akhirnya berada di Bali, tepatnya di Kabupaten Tabanan.
"Dia awalnya tiba di Indonesia. Kemudian pindah tempat tinggal di beberapa tempat seperti di Surabaya dan Bali," pungkasnya.