NADIKABAR.COM — Aktor senior Yadi Mulyadi alias Yadi Timo meninggal dunia setelah mengalami masalah kesehatan, termasuk gula darah tinggi dan serangan jantung. Kepergian aktor senior iru menyisakan duka mendalam bagi sahabat dan rekan-rekannya di dunia hiburan.

Yadi Timo telah dimakamkan di TPU Dreded, Jalan Dreded No. 43, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (16/7/2026).

Sahabat dekat Yadi, Denpus, mengenang almarhum sebagai sosok periang yang menyenangkan. Menurutnya, Yadi jarang memperlihatkan kondisi kesehatannya saat berkumpul bersama teman-teman, termasuk ketika mereka menghabiskan waktu di warung kopi.

"Aktor yang baik, sahabat yang menyenangkan. Ada beberapa sakit atau penyakit, tapi beliau beliau gak menunjukkan itu ketika ketika kita lagi sama-sama main atau lagi sama-sama ngopi bareng," kata Denpus usai pemakaman di Bogor Selatan, Jumat (16/7/2026).

Denpus mengungkapkan, tiga hari sebelum meninggal dunia, Yadi sempat mengajak teman-temannya untuk berkumpul dan ngopi bersama di kawasan Cibubur. Namun, ajakan tersebut tak bisa dipenuhi karena Denpus memiliki kesibukan lain.

"Beliau ajak-ajak kumpul ngopi di Cibubur, tapi saya kebetulan berhalangan jadi gak bisa. Pertemuan terakhir mungkin sebulan yang lalulah, sama di tempat warung kopi karena beliau suka ngopi, gitu lho. Suka ngopi. Itu aja sih, almarhum Yadi Timo, apa lagi?" tuturnya.

Selain gemar ngopi, Yadi Timo juga dikenal memiliki selera makan yang besar. Denpus menyebut almarhum memiliki riwayat gula darah tinggi. Kondisi tersebut membuat teman-temannya kerap mengingatkan Yadi agar lebih menjaga pola makan.

Meski demikian, Yadi disebut tetap menikmati kegemarannya menyantap berbagai makanan. Ia juga sempat bercerita kepada teman-temannya bahwa kadar gula darahnya pernah mengalami penurunan setelah melakukan pemeriksaan.

"Iya, gulanya tinggi. Ya biasa, tapi juga beliau makannya luar biasa. Makanya sebagai teman, sebagai sahabat, kita sering ingatin, 'Awas makannya dijaga' apa segala macam karena gulanya tinggi. Beliau juga sering cek, katanya udah turun gulanya, apa segala macam, gitulah," ujar Denpus.

Denpus mengaku tak bisa sepenuhnya melarang sahabatnya menikmati makanan yang disukai. Namun, ia berharap Yadi bisa lebih memperhatikan kondisi kesehatannya.

"Cuma kan kita gak tahu, ya. Namanya apa namanya, yang hobi makan, hobi ini ya harusnya dipantang atau apa, dihindari, tapi kenikmatan makan kan kita nggak bisa larang, gitu. Itu aja sih," lanjutnya.

Bagi Denpus, warung kopi menjadi salah satu tempat yang menyimpan banyak kenangan bersama Yadi Timo. Di tempat tersebut, mereka biasa berbincang santai mengenai berbagai hal, mulai dari pekerjaan hingga kehidupan keluarga.

Denpus mengatakan, Yadi juga kerap bercerita mengenai anak-anaknya yang masih bersekolah serta aktivitas bisnisnya di Indramayu. Bahkan, beberapa hari sebelum meninggal dunia, Yadi masih berinisiatif mengajak teman-temannya untuk kembali berkumpul.

"Cuma tiga hari yang lalu mengajak ngopi sama teman penulis, Afif. Kebetulan saya masih syuting, saya bilang saya nggak bisa datang, 'Next ngopilah kita ketemu,' gitu," ungkapnya.

Menurut Denpus, ajakan ngopi tersebut merupakan kebiasaan Yadi untuk melepas rindu dengan teman-temannya. Momen itu juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk saling bertukar cerita mengenai kehidupan masing-masing.

"Biasalah, kangen-kangenannya dia ya di warung kopi paling. Ngobrol, terus dia curhat tentang kegiatannya, curhat tentang anaknya yang masih sekolah, keluarganya, apa segala macam, gitu. Bisnisnya di Indramayu, apa segala macam, selalu obrolan kita kalau lagi ngopi, itu aja," sambung Denpus.

Kepergian Yadi Timo meninggalkan kenangan mendalam bagi sahabat-sahabatnya. Denpus berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Ya doanya semoga almarhum Yadi Timo diampuni segala dosa-dosanya, diterima di sisi Allah yang terindah, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketenangan," pungkasnya.