Denpus mengatakan, Yadi juga kerap bercerita mengenai anak-anaknya yang masih bersekolah serta aktivitas bisnisnya di Indramayu. Bahkan, beberapa hari sebelum meninggal dunia, Yadi masih berinisiatif mengajak teman-temannya untuk kembali berkumpul.
"Cuma tiga hari yang lalu mengajak ngopi sama teman penulis, Afif. Kebetulan saya masih syuting, saya bilang saya nggak bisa datang, 'Next ngopilah kita ketemu,' gitu," ungkapnya.
Menurut Denpus, ajakan ngopi tersebut merupakan kebiasaan Yadi untuk melepas rindu dengan teman-temannya. Momen itu juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk saling bertukar cerita mengenai kehidupan masing-masing.
"Biasalah, kangen-kangenannya dia ya di warung kopi paling. Ngobrol, terus dia curhat tentang kegiatannya, curhat tentang anaknya yang masih sekolah, keluarganya, apa segala macam, gitu. Bisnisnya di Indramayu, apa segala macam, selalu obrolan kita kalau lagi ngopi, itu aja," sambung Denpus.
Kepergian Yadi Timo meninggalkan kenangan mendalam bagi sahabat-sahabatnya. Denpus berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
"Ya doanya semoga almarhum Yadi Timo diampuni segala dosa-dosanya, diterima di sisi Allah yang terindah, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketenangan," pungkasnya.