NADIKABAR.COM — Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Soekarno, Rommy Soekarno, mengingatkan generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen-Z), bahwa lanskap geopolitik abad ke-21 telah mengalami pergeseran mendasar dari perebutan wilayah teritorial dan kekuatan militer konvensional menjadi perebutan ruang digital

"Dunia sedang berubah. Geopolitik hari ini bukan lagi sekadar perebutan wilayah, kekuatan militer, atau sumber energi. Persaingan kekuatan dunia telah memasuki dua ruang baru, yaitu ruang digital dan ruang antariksa. Inilah geopolitik abad ke-21," kata Rommy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Rommy saat memberikan materi dalam agenda Pelatihan Penguatan Literasi Geopolitik Bagi Gen-Z bertajuk "Memahami Dunia, Memperkuat Indonesia" di Aula Soekarno, Kampus Universitas Bung Karno, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu.

Terkait aspek pertama, yakni kedaulatan digital, Rommy menyoroti kepemilikan data, kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, dan infrastruktur komputasi yang kini bertransformasi menjadi sumber kekuatan utama suatu negara.

Ia melontarkan peringatan keras agar bangsa Indonesia tidak kehilangan kendali atas aset teknologi dan informasi domestik di tengah dominasi platform global.

"Pertanyaannya sederhana, siapa yang menguasai data kita? Siapa yang mengendalikan teknologi kita? Dan siapa yang menguasai infrastruktur digital Indonesia? Jangan sampai Indonesia merdeka secara geografis, tapi takluk secara digital," ujarnya.

Untuk itu, Rommy mendesak penguatan kapasitas teknologi nasional, mulai dari ketahanan keamanan siber, kemandirian penguasaan mahadata, hingga riset terpadu di bidang kecerdasan buatan.

Adapun pada pilar kedua, ia menyoroti geopolitik antariksa seiring melesatnya ribuan satelit orbit rendah (low-orbit satellites) yang mengitari wilayah udara nusantara.

Meski membawa manfaat besar bagi sektor telekomunikasi dan pertahanan, kehadiran konstelasi satelit asing membutuhkan regulasi proteksi yang ketat demi menjaga kerahasiaan komunikasi dan keamanan nasional.