"Dalam hukum internasional, ruang antariksa tidak dapat diklaim sebagai wilayah kedaulatan negara. Namun, Indonesia tetap harus melindungi kepentingan nasionalnya melalui teknologi, regulasi, dan kemampuan antariksanya sendiri," kata Rommy menjelaskan.
Menjawab dua tantangan tersebut, Rommy menekankan krusialnya peran Gen-Z agar tidak sekadar memosisikan diri sebagai konsumen pasif atau target pasar korporasi multinasional semata.
"Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi dunia. Indonesia harus menjadi pencipta, harus menjadi pengembang teknologi. Kita membutuhkan generasi muda yang menguasai AI, ilmu politik, hukum internasional, teknologi satelit, dan ekonomi digital," ujarnya.
Ia juga mengajak civitas akademika UBK untuk mengaktualisasikan ajaran Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, ke dalam ranah teknologi modern guna melahirkan figur-figur "Soekarno muda".
"Kemerdekaan sejati bukan hanya kemampuan menjaga wilayah, tapi juga kemampuan menentukan masa depan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi saya, jangan sampai Indonesia berdaulat di bumi, tapi kehilangan kendali masa depannya di ruang digital dan antariksa," kata Rommy.
Pada kesempatan sama, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI periode 2022–2023 Andi Widjajanto membedah secara konkret ancaman disrupsi teknologi melalui fenomena komputasi kuantum atau quantum day (Q-Day) serta teori ketidakpastian "angsa hitam" (black swan).
Andi memaparkan persaingan ekonomi dan geopolitik global hari ini digerakkan oleh kecerdasan buatan.
Namun, dunia segera berhadapan dengan era Q-Day yang diprediksi meletus antara tahun 2031 hingga 2037, saat komputasi kuantum berkecepatan tinggi mampu meretas seluruh kode keamanan konvensional di dunia.
"Q-Day, kuantum, adalah kemampuan komputasi superduper cepat, sehingga semua kode yang ada sekarang—termasuk password individual di email, WhatsApp, hingga GoPay teman-teman—bisa dibobol. Saat itu, every code is breakable," ujar Andi.