"Orang sekarang minum kopi nggak pakai susu lagi, sudah pakai kelapa, santan. Itu terjadi di Tiongkok, Asia, India dan tempat-tempat lain, sehingga kelapa menjadi rebutan," katanya.

Ia mengakui, Indonesia menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas kelapa karena banyak tanaman yang sudah tua dan telah lama ditanam. Pemerintah akan mempercepat pembibitan dan peremajaan dengan varietas yang memiliki masa produksi lebih cepat.

"Kalau kelapa dalam kan lama, enam sampai tujuh tahun. Jadi kita harus punya varietas baru, tiga tahun sudah bisa berbuah. Jangan sampai kita tertinggal jauh dari Thailand," ujar Zulhas.

Selain peremajaan, pengembangan kawasan juga diarahkan untuk memperkuat produktivitas perkebunan rakyat, serta memperluas basis produksi kelapa nasional.

Dalam Coconut Area Development Plan 2027, pengembangan kawasan kelapa direncanakan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.