Zulhas menambahkan, pengembangan kelapa juga mencakup penguatan manajemen perkebunan dan industri pengolahan agar nilai ekonomi kelapa dapat dinikmati lebih besar di dalam negeri.
"Kedua, hilirisasi. Kelapanya ditangani Kementerian Pertanian, Menteri Hilirisasi, termasuk Danantara. Kita harus cepat mengejar, tadi bibit, manajemen perkebunannya, kemudian juga industrinya, pengolahannya," tuturnya.
Ia menjelaskan, pengembangan industri hilir penting agar Indonesia mampu menghasilkan produk turunan kelapa dengan nilai tambah lebih tinggi.
Pengembangan kelapa juga menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat perkebunan rakyat. Zulhas mengatakan, arahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pertanian dan pangan sebagai prioritas pembangunan nasional dengan dukungan mulai penyediaan bibit, pengembangan kawasan, peningkatan produktivitas, manajemen perkebunan hingga hilirisasi.
"Selama ini kita kembangkan kebun-kebun besar. Tapi tahun pertama pemerintahan Pak Prabowo, kita mulai perkebunan rakyat, antara lain kelapa, kopi, cengkeh, cokelat dan lainnya. Tapi nomor satu kelapa," pungkas Menko Zulhas.