NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, disertai peningkatan nilai tukar petani.
Zulhas mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari penguatan produksi pangan dalam negeri yang diikuti kebijakan perlindungan harga hasil pertanian, penyediaan pupuk bersubsidi, dan pengembangan ekonomi masyarakat desa.
"Alhamdulillah, ikhtiar memperkuat kedaulatan pangan mulai menunjukkan hasil. Kita bersyukur Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri," kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
Zulhas menjelaskan delapan komoditas yang dinyatakan mencapai swasembada, meliputi beras, jagung, gula konsumsi, cabai rawit, cabai besar, telur ayam, daging ayam, dan bawang merah.
Menurut dia, pemerintah juga tidak lagi mengimpor beras untuk kebutuhan konsumsi masyarakat seiring dengan peningkatan kemampuan produksi pangan nasional.
Penguatan pasokan dalam negeri turut ditopang cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani pada 20 Oktober 2026 melaporkan stok beras pemerintah mencapai sekitar 4,55 juta ton.
Dari sisi kesejahteraan petani, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada September 2026 mencapai 131,11, meningkat dibandingkan September 2024 yang sebesar 120,30.
NTP merupakan indikator perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayarkan untuk kebutuhan konsumsi serta produksi pertanian.